Di era pasca-epidemi, masyarakat semakin memperhatikan perkembangan berbagai industri. Dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, berbagai industri terhubung dengan internet. Sebagai industri yang luas dan padat karya, industri konstruksi telah dikritik karena kekurangannya seperti periode konstruksi yang panjang, standarisasi yang rendah, konsumsi sumber daya dan energi yang tinggi, serta pencemaran lingkungan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, industri konstruksi juga telah berubah dan berkembang. Saat ini, banyak teknologi dan perangkat lunak telah membuat industri konstruksi lebih mudah dan efisien daripada sebelumnya.
Sebagai praktisi arsitektur, kita perlu terus mengikuti tren besar di masa depan, dan meskipun sulit untuk memprediksi mana yang akan lebih populer, beberapa tren penting mulai muncul dan kemungkinan akan berlanjut hingga tiga dekade mendatang.
#1Gedung-gedung yang lebih tinggi
Lihatlah ke seluruh dunia dan Anda akan melihat bangunan-bangunan semakin tinggi setiap tahunnya, sebuah tren yang tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Bagian dalam gedung-gedung pencakar langit dan super-menjulang lebih mirip kota mini, yang berisi ruang hunian, pusat perbelanjaan, restoran, teater, dan perkantoran. Selain itu, para arsitek perlu menonjol di pasar yang ramai dengan mendesain bangunan-bangunan berbentuk unik yang mampu memikat imajinasi kita.
#2Meningkatkan efisiensi bahan bangunan
Dalam situasi energi dunia yang semakin tegang, tren pengembangan material bangunan di masa depan sama sekali tidak terlepas dari konservasi energi dan perlindungan lingkungan. Untuk mencapai kedua kondisi ini, perlu dilakukan penelitian dan pengembangan material bangunan baru secara terus-menerus, di satu sisi untuk menghemat energi, dan di sisi lain untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan. Banyak material yang akan digunakan 30 tahun dari sekarang bahkan belum ada saat ini. Dr. Ian Pearson dari perusahaan penyewaan peralatan Inggris, Hewden, telah membuat laporan untuk memprediksi seperti apa konstruksi di tahun 2045, dengan beberapa material yang melampaui elemen struktural dan kaca.
Dengan kemajuan pesat dalam nanoteknologi, dimungkinkan untuk menciptakan material berbasis nanopartikel yang dapat disemprotkan ke permukaan apa pun untuk menyerap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi.
#3 Bangunan yang lebih tangguh
Dampak perubahan iklim dan frekuensi bencana alam telah meningkatkan permintaan akan bangunan yang tahan terhadap bencana. Inovasi dalam material dapat mendorong industri menuju standar yang lebih ringan dan lebih kuat.
Tirai serat karbon tahan gempa yang dirancang oleh arsitek Jepang Kengo Kuma.
#4 Metode konstruksi prefabrikasi dan konstruksi di luar lokasi.
Dengan semakin berkurangnya bonus demografi, permintaan terhadap perusahaan konstruksi untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan mengurangi biaya tenaga kerja terus meningkat. Dapat diprediksi bahwa metode prefabrikasi dan konstruksi di luar lokasi akan menjadi tren utama di masa depan. Pendekatan ini mengurangi waktu konstruksi, limbah, dan biaya yang tidak perlu. Dari perspektif industri, pengembangan material bangunan prefabrikasi berada pada waktu yang tepat.
#5 BIM Inovasi teknologi
BIM telah berkembang pesat di Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir, dan kebijakan terkait terus diperkenalkan dari tingkat nasional hingga lokal, menunjukkan gambaran kemakmuran dan perkembangan. Banyak perusahaan konstruksi kecil dan menengah juga mulai menerima tren ini yang dulunya hanya diperuntukkan bagi perusahaan besar. Dalam 30 tahun ke depan, BIM akan menjadi sarana yang sangat diperlukan dan penting untuk memperoleh dan menganalisis data kunci.
#6Integrasi teknologi 3D
Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi pencetakan 3D telah banyak digunakan dalam manufaktur mesin, penerbangan, medis, dan bidang lainnya, dan secara bertahap meluas ke bidang konstruksi. Teknologi pencetakan 3D dapat secara efektif memecahkan masalah banyaknya operasi manual, banyaknya templat, dan kesulitan dalam mewujudkan bentuk-bentuk kompleks dalam konstruksi bangunan tradisional, dan memiliki keunggulan signifikan dalam desain individual dan konstruksi bangunan yang cerdas.
Jembatan Zhaozhou yang terbuat dari beton hasil pencetakan 3D.
#7Tekankan praktik-praktik yang ramah lingkungan.
Mengingat kondisi planet saat ini, bangunan hijau akan menjadi standar dalam beberapa dekade mendatang. Pada tahun 2020, tujuh departemen termasuk Kementerian Perumahan dan Pembangunan Perkotaan dan Pedesaan serta Komisi Reformasi bersama-sama mengeluarkan “Pemberitahuan tentang Pencetakan dan Pendistribusian Rencana Aksi untuk Bangunan Hijau”, yang mensyaratkan bahwa pada tahun 2022, proporsi bangunan hijau dalam bangunan baru perkotaan akan mencapai 70%, dan bangunan hijau berperingkat bintang akan terus meningkat. Efisiensi energi bangunan yang ada terus ditingkatkan, kinerja kesehatan hunian terus ditingkatkan, proporsi metode konstruksi rakitan terus meningkat, penerapan bahan bangunan hijau semakin diperluas, dan pengawasan terhadap pengguna hunian hijau telah dipromosikan secara komprehensif.
Tampilan visual dunia virtual
#8Penerapan realitas virtual dan realitas tertambah
Seiring dengan semakin kompleksnya struktur bangunan dan semakin menurunnya keuntungan konstruksi, sebagai salah satu industri dengan digitalisasi paling rendah, industri konstruksi perlu mengejar ketertinggalan, dan penggunaan teknologi deteksi VR dan AR untuk mengkoordinasikan kesalahan akan menjadi suatu keharusan. Teknologi BIM+VR akan membawa perubahan dalam industri konstruksi. Pada saat yang sama, kita dapat mengharapkan realitas campuran (MR) menjadi batas berikutnya. Semakin banyak orang yang merangkul teknologi baru ini, dan kemungkinan di masa depan hampir tak terbatas.
Waktu posting: 18-10-21









